Minggu, 02 Februari 2014

Gunung Fujiyama

scenery-fujiyama-sampleAM046
Wisata Muslim Jepang - Sahabat wisata muslim pasti tidak asing lagi dengan gunung yang satu ini, minimal pernah mendengar namanya, bukan? Ya, Fujiyama atau Gunung Fuji! 
Sedikit mengulas tentang nama, sebenarnya Fujiyama sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yaitu Fuji dan Yama. Yama sendiri berarti gunung. Jadi, penyebutan gunung ini sebenarnya cukup Fujiyama saja, yang berarti Gunung Fuji. 
Gunung Fuji merupakan gunung tertinggi di Jepang. Diperkirakan, ketinggian gunung yang menjadi ikon negeri matahari terbit ini sekitar 3,776.24 m. Setiap tahun, Gunung Fuji menjadi tempat favorit para pendaki sekaligus sebagai tempat tujuan wisata. Setidaknya, terdapat sekitar 200.000 pengunjung, yang 30% di antaranya berasal dari mancanegara.
jap_fujiyama_01
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Jepang, tak lengkap rasanya jika tidak menginjakkan kaki di gunung ini, minimal berfoto dengan latar belakang Gunung Fuji. Ikon negeri matahari terbit ini terletak di perbatasan kota Shiuoka dan Yamanashi, sekitar 100 km sebelah barat kota Tokyo, ibukota negara Jepang. Selain itu, Gunung Fuji terletak dekat dengan pesisir Pasifik di pusat Honshu serta dikelilingi oleh tiga kota, yaitu Gotemba (timur), Fuji-Yoshida (utara), dan Fujinomiya (barat daya).
Bagi masyarakat Jepang, Gunung Fuji merupakan gunung keabadian. Mereka menyebutnya dengan “Fuji San”. Nah, di balik keindahan panorama Gunung Fuji, terdapat sebuah legenda menarik. Legenda ini bisa sahabat wisata muslim ikuti pada artikel berjudul Legenda Fujiyama, Sang Gunung Keabadian.
Sahabat wisata muslim, seperti kita ketahui, Jepang memiliki empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Bagi wisatawan, musim panas adalah musim favorit untuk mendaki Gunung Fujiyama. Hal ini disebabkan musim panas merupakan saat yang baik dan aman untuk mendaki. Pada musim panas, suhu di puncak gunung tidak terlalu dingin, yaitu sekitar 5 derajat celsius. Sementara mendekati musim gugur hingga semi, puncak Gunung Fujiyama masih diselimuti salju. Kondisi ini tentu akan terasa menyulitkan bagi orang biasa.

musim
Pendakian ke puncak Gunung Fujiyama dilakukan bersama-sama. Biasanya, perjalanan dimulai sekitar pukul 10 malam waktu setempat. Sepanjang perjalanan, terdapat beberapa pos peristirahatan. Di sini, para pendaki bisa beristirahat sambil membeli camilan atau air minum untuk bekal di perjalanan.
Jika pendakian lancar, pengunjung akan sampai di puncak sekitar pukul tiga dini hari. Pengunjung bisa menikmati sarapan pagi berupa mi ramen yang dijual di kedai atau kios yang terletak di puncak Gunung Fujiyama. Tak hanya makanan, kios-kios ini juga menawarkan beragam souvenir.
O, ya. Perjalanan menuju puncak gunung didominasi dengan pemandangan berupa tanah bebatuan. Jadi, tidak ditemukan adanya pepohonan. Di sepanjang jalan juga terpasang pagar tali sehingga orang awam pun tak perlu khawatir tersesat.

Gunung+Fuji_120714_111
Aktivitas menunggu terbitnya matahari bisa dilakukan sejak pukul setengah lima pagi. Di sinilah para pendaki berkumpul untuk menyambut terbitnya matahari. Dengan kilaunya, matahari pagi mulai muncul dan menyapa pendaki sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Inilah momen yang tidak akan pernah akan dirasakan selain dengan mendaki puncak Gunung Fujiyama. Hamparan awan yang ada di bawah terlihat seperti rawa-rawa yang sangat luas. Hal ini disebabkan puncak Gunung Fujiyama berada di atas awan.
Di puncak gunung terlihat sebuah kawah, tetapi tampak kering dan tidak terlihat adanya api atau asap. Meski memiliki kemungkinan kecil untuk meletus, status Gunung Fuji masih dikelompokkan dalam gunung aktif. 
Bagi penduduk Jepang yang menganut agama Shinto, gunung merupakan tempat yang sakral. Tak heran jika terdapat gerbang, Torii Gate, yang bisa dilihat di sepanjang perjalanan. Tori Gate ini sama seperti yang ada di kuil. Di pilarnya kita bisa menemukan semacam koin yang tertancap sampai setengah bagian.
Yudonosan_Torii_gate_2006-A
Sahabat wisata muslim, ada sebuah fenomena alam yang tidak semua pengunjung bisa mendapatkan atau melihatnya. Fenomena itu berupa sungai yang mengalir dari puncak Gunung Fuji. Sebuah stasiun TV pernah membahas tentang adanya sungai di Gunung Fuji ini. Namun, beberapa orang yang pernah mendaki ke gunung tersebut mengaku tidak menjumpainya.
Fenomena adanya sungai ini sangat dimungkinkan sebab selama tiga musim puncak Gunung Fuji selalu ditutupi salju. Pada saat musim panas, salju pun mulai mencair dan mengalir sehingga membentuk aliran sungai yang tidak permanen. Bahkan, jika beruntung, pendaki bisa menemukan salju meskipun hanya sedikit.
japan___Fujiyama_by_Fooxia
Gunung Fuji memang indah. Terlebih jika dipadu dengan suasana alam di mana wisatawan berpose. Jika musim bunga sakura tiba, pemandangan berlatar belakang bunga sakura dan Gunung Fuji akan terlihat sangat indah. Panorama Gunung Fuji juga bisa dilihat dari dalam kereta super cepat. Kereta yang akan membawa penumpangnya dari Yokohama menuju Shizuoka. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar